[Video] Amalan yang Ringan Di Lisan Namun Berat Di Timbangan

‎Sri Wahyuni‎

Bismillah.

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Amalan yang Ringan Di Lisan Namun Berat Di Timbangan

Dzikir merupakan amalan yang agung dan bermanfaat untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Allah telah memerintahkan kita untuk senantiasa banyak berdzikir kepada-Nya,

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah dengan menyebut nama Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)

Berdzikirlah, ingatlah Allah dalam setiap keadaan. Orang yang berdzikir kepada Allah hatinya akan merasakan ketenangan dan ketentraman, pikiran juga akan tenang dan nyaman. Semua rasa gelisah dan kegoncangan dalam hati akan hilang karena ia mengingat Rabb-nya dengan lisan yang senantiasa berdzikir.

Allah ta’ala berfirman, “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati akan menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Mengucapkan kalimat dzikirpun merupakan salah satu amalan ringan yang besar pahalanya, karena dapat memperberat timbangan amalan kebaikan seorang hamba pada hari Kiamat kelak.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Dari Abu Hurairah menuturkan; Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan disukai Ar-rahman, Subhanallah wabihamdihi (Maha Suci Allah dan dengan memuji kepada-Nya) dan Subhaanallahil Adzim (Maha Suci Allah Yang Maha Agung).” HR. Bukhari dan Muslim.

Begitulah keutamaan dzikir. Sangat banyak dan sangat utama manfaatnya. Oleh karena itu dimanapun dan kapanpun kita diharuskan berdzikir kepada-Nya supaya hati tenang dan tentram dan menghindarkan kita dari semua bentuk kemaksiatan yang menyengsarakan.

Sebaik-baik perkataan adalah perkataan dzikir seburuk buruk perkataan adalah perkataan musyrik dan maksiat. Maka seorang mukmin tidak akan menyibukkan dirinya untuk mengucapkan kata-kata sia-sia seperti mencela, mengumpat, berbohong, berkata-kata kotor dan lain sebagainya. Mengingat jatah hidup didunia ini terbatas dan perkataan jelek itu besar dosanya. Kemudian lebih menyibukkan diri kepada kalimat dzikir yang sangat besar manfaatnya.

Semoga Bermanfaat..

sumber; Sri Wahyuni

sumber; Mita Anang

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*